• Logo Hotline : 0264-8288548, 8225344
  • UGD : 0264 8220855
Artikel Photo

TONSILITITIS

TONSIL atau amandel adalah kelenjar getah bening yang terletak di kedua sisi tenggorokan bagian belakang. Tonsil termasuk bagian dari sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melawan kuman dan virus penyebab penyakit. Namun, tonsil juga bisa terinfeksi sehingga memicu nyeri dan pembengkakan.

DEFINISI

- Tonsilitis akut merupakan peradangan pada tonsil yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus yang terjadi dalam waktu kurang dari 3 minggu.

- Tonsilitis kronis merupakan kondisi di mana terjadi pembesaran tonsil disertai dengan serangan infeksi yang berulangulang.

EPIDEMIOLOGI

Tonsilitis secara epidemiologi paling sering terjadi pada anak-anak. Pada balita, tonsilitis umumnya disebabkan oleh infeksi virus sedangkan infeksi bakterial lebih sering terjadi pada anak berusia 5-15 tahun. Tonsilitis baik akut maupun kronik dapat terjadi pada semua umur, namun lebih sering terjadi pada anak. Faktor yang menjadi penyebab utama hal tersebut adalah ISPA dan tonsillitis akut yang tidak mendapat terapi yang adekuat

ETIOLOGI

Penyebab tonsilitis adalah infeksi bakteri streptococcus atau infeksi virus. Tonsil berfungsi membantu menyerang bakteri dan mikroorganisme lainnya sebagai tindakan pencegahan terhadap infeksi. Tonsil bisa dikalahkan oleh bakteri maupun virus, sehingga membengkak dan meradang, menyebabkan tonsilitis. Hal-hal yang dapat memicu peradangan pada tonsil adalah seringnya kuman masuk kedalam mulut bersama makanan atau minuman.

PATOFISIOLOGI

Secara patologi terdapat peradangan dari jaringan pada tonsil dengan adanya kumpulan leukosit, sel epitel yang mati, dan bakteri pathogen dalam kripta. Fase- fase patologis tersebut ialah:

1. Peradangan biasa daerah tonsil saja

2. Pembentukan eksudat

3. Selulitis tonsil

4. Pembentukan abses peritonsiler

5. Nekrosis jaringan

MANIFESTASI KLINIS

Manifestasi klinis yang muncul akan berbeda-beda pada setiap kategori tonsilitis sebagai berikut.

- Tonsilitis viral

Gejala tonsilitis viral lebih menyerupai common cold yang disertai rasa nyeri tenggorok dan beberapa derajat disfagia. Penderita mengalami malaise, suhu tinggi, dan nafasnya bau.

- Tonsilitis bacterial

Gejala dan tanda Masa inkubasi 2-4 hari. Gejala dan tanda yang sering ditemukan adalah nyeri tenggorok dan nyeri waktu menelan, demam dengan suhu tubuh yang tinggi, rasa lesu, rasa nyeri di sendi-sendi, tidak nafsu makan dan rasa nyeri di telinga karena nyeri alih (referred pain) melalui saraf N. glosofaringeus (N. IX).

- Tonsilitis Kronik pada pemeriksaan tampak tonsil membesar dengan permukaan yang  tidak rata, kriptus melebar dan beberapa kripti terisi oleh detritus. Rasa ada yang mengganjal di tenggorok, dirasakan kering di tenggorok dan napas berbau. Radang amandel/tonsil yang kronis terjadi secara berulang-ulang dan berlangsung lama. Pembesaran tonsil/amandel bisa sangat besar sehingga tonsil kiri dan kanan saling bertemu dan dapat mengganggu jalan pernapasan.

PENATALAKSANAAN

- Tonsillitis viral Pada umumnya, penderita dcngan tclnsilitis akut sebaiknya lirah baring, pemberian cairan adekuat, dan diet ringan. Analgesik, dan antivirus diberikan jika gejala berat.

- Tonsillitis bakterial Antibiotika spectrum luas, seperti penisilin, eritromisin. Antipiretik dan obat kumur yang mengandung desinfektan.

- Tonsilitis Kronis Pengobatan pasti untuk adalah pembedahan pengangkatan tonsil. Tindakan ini dilakukan pada kasus-kasus di mana penatalaksanaan medis atau yang lebih konservatif gagal untuk meringankan gejala-gejala.

Whatsapp

Chat with Us

Whatsapp

Keluhan